JAKARTA – Sari Ramada Arafah kembali menggelar manasik haji kedua bagi calon jamaah haji tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, pada Sabtu (14/2/2026).
Sebanyak 22 jamaah calon haji mengikuti manasik secara langsung, sementara jamaah yang berada di luar Jabodetabek mengikuti kegiatan secara daring.
Total jamaah calon haji Sari Ramada Arafah tahun 2026 berjumlah 53 orang. Rinciannya, 40 jamaah calon haji dan 13 orang pembimbing yang terdiri atas satu dokter, satu pembimbing ibadah, satu pimpinan PIHK, serta 10 orang tim petugas Sari Ramada Arafah.
Direktur Utama Sari Ramada Arafah, A. Wahyudi, menjelaskan bahwa manasik kali ini memiliki pesan khusus. Pihaknya meminta para jamaah memanfaatkan momentum Idul Fitri mendatang untuk berpamitan sekaligus meminta doa restu kepada orang tua dan keluarga.
“Hal ini menjadi penting bagi jamaah calon haji Sari Ramada Arafah untuk berpamitan dengan kedua orang tua dan sanak saudara, serta meminta doa agar diberi kelancaran dalam menunaikan ibadah haji. Secara administrasi sudah ada kepastian keberangkatan pada 20 Mei 2026,” jelas Wahyudi.
Ia menambahkan, penyelenggaraan haji tahun 2026 merupakan masa transisi. Untuk pertama kalinya, pengelolaan ibadah haji Indonesia dilaksanakan oleh kementerian yang baru dibentuk, yakni Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Kementerian tersebut menerapkan sejumlah regulasi dan kebijakan baru dengan fokus pada peningkatan pelayanan jamaah, tata kelola haji, serta transformasi digital.
“Alhamdulillah, dengan dukungan bapak dan ibu jamaah calon haji, kami terus bersemangat memenuhi berbagai persyaratan administrasi baru ini demi memberikan jaminan kepastian keberangkatan,” tambahnya.

Sebagai persiapan akhir menjelang keberangkatan, Sari Ramada Arafah telah menjadwalkan manasik ketiga pada 2–3 Mei 2026.
Jamaah calon haji Sari Ramada Arafah dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 20 Mei 2026 menggunakan maskapai Qatar Airways. Selama di Makkah dan Madinah, jamaah akan menginap di Sofwah Royal Orchid Hotel, Mövenpick Hotel & Residence Hajar Tower Makkah, serta Mövenpick Hotel Anwar Al Madinah.
Wahyudi memastikan seluruh kebutuhan utama telah dipersiapkan dengan matang.
“Alhamdulillah, tiket pesawat dan penginapan di Madinah maupun Makkah telah kami lunasi. Bahkan pada puncak ibadah haji di Arafah dan Mina, jamaah direncanakan menempati tenda VIP di maktab 111, jika tidak ada perubahan. Penyelesaian pembayaran dan kelengkapan administrasi ini sangat penting agar jamaah dapat beribadah dengan khusyuk sesuai tuntunan Rasulullah SAW dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” ujarnya.
(Darmawan/sajada.id)



Komentar