SAJADA.ID – Pengajian rutin dan istighosah bulanan di Pondok Pesantren Rehabilitasi Mental Az Zainy, Tumpang, Kabupaten Malang, Jumat (30/01/2026) malam, berlangsung istimewa. Sejumlah pejabat negara dan kalangan selebritis turut hadir.
Dari unsur pejabat, hadir Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Hadir pula Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat dan Sekda Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar Anwar yang mewakili Bupati Malang.
Tamu lainnya datang dari ujung timur Indonesia. Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Atenius Murip, S.H., M.H., ikut mengikuti pengajian tersebut.
“Saya datang jauh-jauh ke pondok ini karena cinta kasih. Saya mengenal abang Kyai sebagai sosok yang lama merawat kerukunan antarumat beragama,” ujar Atenius Murip saat memberi sambutan.
Ia menambahkan, kegiatan malam itu juga dihadiri para suster dari Pertapaan Karmel Ngadireso, Kabupaten Malang. “Saya Katolik. Kehadiran lintas iman seperti ini sangat bermakna,” katanya.
Menurut Atenius, apa yang dilakukan Gus Zain sejalan dengan teladan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam merawat harmoni kebangsaan. “Kegiatan seperti ini sangat mulia,” ujarnya.
Dari kalangan selebritis, hadir Rizal Djibran dan Syamsul Gondo. Keduanya dikenal sebagai pemeran Lindu Aji dan Basir dalam sinetron legendaris Misteri Gunung Merapi (1998–1999). Malam itu, keduanya tampil mengenakan kostum tokoh yang pernah mereka perankan.
Rizal Djibran mengapresiasi pengajian rutin yang digelar Pesantren Az Zainy. Ia juga menyoroti peran Gus Zain dalam merawat santri ODGJ. “Kalau bukan orang yang sabar dan ikhlas, tidak mungkin mampu mengasuh mereka,” katanya.
Dalam sambutannya, Gus Zain Baik mengajak jamaah memahami makna hidup. Menurutnya, hidup ditentukan oleh pilihan dan tujuan. Keduanya saling berkaitan.
“Tujuan hidup lahir dari pilihan-pilihan kita,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya ilmu dan agama sebagai penuntun agar manusia tidak salah melangkah.
Pada sesi penutup, Wamen Diktisaintek Prof. Dr. Fauzan menegaskan pesan tersebut. Ia menyebut cara berpikir sangat menentukan perilaku dan hasil hidup seseorang. “Jika berpikir positif, hasilnya juga positif,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya bersyukur. “Bangsa ini punya banyak keistimewaan. Jangan sampai kita lupa bersyukur,” ujarnya.
Pengajian malam itu dihadiri ribuan jamaah. Mereka datang dari Malang Raya, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, hingga Blitar. Kegiatan ini telah berlangsung lebih dari 30 tahun dan selalu diikuti berbagai kalangan, lintas agama, etnis, dan latar belakang.
(Syahruddin/sajada.id)



Komentar