
Hadits ke-22 Arbain Nawawi: Cara Masuk Surga
sajada.id/–Sahabat yang dirahmati Allah SWT. Setiap umat Islam ingin sekali masuk ke dalam surga. Namun, bagi sebagian orang masuk surga itu tidaklah mudah, bahkan dirasa amat sulit. Sebagian lainnya, menyatakan bahwa masuk surga itu sangat mudah, hanya saja ada orang yang tidak mau diajak untuk masuk surga.
Dalam hadits ke-22 Arbain Nawawi dijelaskan mengenai orang yang beramal dan dijawab oleh Rasulullah bahwa dia akan masuk ke dalam surga. Berikut bunyi hadits ke-22 selengkapnya;
عَنْ أَبيْ عَبْدِ اللهِ جَابِرِ بنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “أَرَأَيْتَ إِذا صَلَّيْتُ المَكْتُوبَاتِ، وَصُمْتُ رَمَضَانَ، وَأَحْلَلْتُ الحَلاَلَ، وَحَرَّمْتُ الحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلى ذَلِكَ شَيئاً أَدْخُلُ الجَنَّةَ؟ قَالَ: نَعَمْ”رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
وَمَعْنَى حَرَّمْتُ الحَرَامَ اِجْتَنَبْتُهُ، وَمَعْنَى أَحْلَلْتُ الحَلال فَعَلْتُهُ مُعْتَقِداً حِلَّهُ
Artinya:
Diriwayatkan dari Abu Abdullah bin Jabir bin Abdullah Al-Anshari RA bahwa sesungguhnya ada seorang laki-laki datang dan bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam (SAW), dan ia berkata, “Bagaimana pendapat Anda (kabarkan padaku), apabila aku mengerjakan shalat-shalat fardhu, puasa di bulan Ramadhan, menghalalkan yang halal, mengharamkan yang haram, dan aku tidak menambahnya sedikit pun dari itu, apakah aku akan masuk surga?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.” (HR. Muslim).Makna “Aku mengharamkan yang haram”, ialah aku menjauhinya. Dan makna “Aku menghalalkan yang halal” ialah aku menghalalkannya lalu melakukannya dengan meyakini kehalalannya.
Dari hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa:
1. Siapa saja yang mendirikan shalat lima waktu, maka dia akan masuk surga.
2. Berpuasa pada bulan Ramadhan, maka dia akan masuk surga.
3. Menghalalkan sesuatu yang halal untuk dimakan, niscaya ia akan masuk surga.
4. Mencegah dirinya tercebur pada sesuatu yang diharamkan, maka dia akan masuk surga.
Bagi mereka yang mengerjakan perbuatan di atas, niscaya ia akan dimasukkan ke dalam surga oleh Allah SWT.
Dalam hadits qudsi, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,
أَعْدَدْتُ لِعِبَادِى الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنَ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنَ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ. فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ ( فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِىَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ )
“Aku telah sediakan pada hambaku yang saleh, sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terbetik dalam hati manusia. Bacalah jika kalian mau: Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang.” (HR. Bukhari, no. 3244 dan Muslim, no. 2824)
Ada juga hadits yang menyebutkan bahwa sedikit amalan saja bisa membuat seseorang masuk surga yaitu ketika mencukupi dengan yang wajib.
Dalam riwayat lain, Thalhah bin ‘Ubaidilah radhiyallahu ‘anhu berkata,
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ أَهْلِ نَجْدٍ، ثَائِرُ الرَّأْسِ، يُسْمَعُ دَوِىُّ صَوْتِهِ، وَلاَ يُفْقَهُ مَا يَقُولُ حَتَّى دَنَا، فَإِذَا هُوَ يَسْأَلُ عَنِ الإِسْلاَمِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِى الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ ». فَقَالَ هَلْ عَلَىَّ غَيْرُهَا قَالَ « لاَ، إِلاَّ أَنْ تَطَوَّعَ » . قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « وَصِيَامُ رَمَضَانَ ». قَالَ هَلْ عَلَىَّ غَيْرُهُ قَالَ « لاَ، إِلاَّ أَنْ تَطَوَّعَ ». قَالَ وَذَكَرَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الزَّكَاةَ. قَالَ هَلْ عَلَىَّ غَيْرُهَا قَالَ « لاَ، إِلاَّ أَنْ تَطَوَّعَ ». قَالَ فَأَدْبَرَ الرَّجُلُ وَهُوَ يَقُولُ وَاللَّهِ لاَ أَزِيدُ عَلَى هَذَا وَلاَ أَنْقُصُ. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « أَفْلَحَ إِنْ صَدَقَ»« خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِى الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ »
“Ada seorang lelaki yang beruban kepalanya dari Ahli Najd datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kami dapat mendengar gema suaranya tetapi tidak memahami apa yang ia katakan, sampai ia berada dekat dengan beliau.
Ternyata ia bertanya tentang Islam, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Islam itu mengerjakan shalat lima waktu sehari semalam.”
Laki-laki tersebut bertanya lagi, “Apakah ada kewajiban lain selain itu untukku?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak, kecuali engkau ingin menambah dengan yang sunnah.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan lagi, “Islam juga mengerjakan puasa di bulan Ramadhan.”
Laki-laki tersebut bertanya lagi, “Apakah ada kewajiban lain selain itu untukku?
”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak, kecuali engkau ingin menambah dengan yang sunnah.”
Thalhah melanjutkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan lagi tentang masalah zakat. Laki-laki tersebut bertanya lagi, “Apakah ada kewajiban lain selain itu untukku?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak, kecuali engkau ingin menambah dengan yang sunnah.”
Lalu lelaki tersebut berbalik pergi lalu berkata, “Demi Allah, aku tidak akan menambahkan dan juga mengurangi sedikit pun darinya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Beruntunglah orang tersebut jika ia jujur.” (HR. Bukhari, no. 46 dan Muslim, no. 11).\
Namun demikian, walaupun masuk ke dalam surga itu sangat mudah, ternyata ada orang yang enggan memasukinya. Siapakah mereka?
Terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى، قيل ومن يأبى يا رسول الله؟! قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى
“Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya, siapakah orang yang enggan tersebut wahai Rasulullah ? Beliau bersabda, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku sungguh dia orang yang enggan masuk surga.“ (HR. Bukhari).
Demikianlah penjelasan mengenai hadits ke-22 arbain nawawi. Semoga bermanfaat. (Syahruddinsajada.id/)


