Oleh Syahruddin El Fikri
SAJADA.ID—Sahabat yang dirahmati Allah SWT.
Bulan Sya’ban adalah salah satu bulan istimewa bagi umat Islam. Sebab, bulan Sya’ban dipercaya sebagai bulannya Rasulullah yang banyak mengamalkan puasa Sunnah dibandingkan bulan lainnya. Karena itu, umat Islam mencoba mengikuti apa yang diamalkan oleh Rasulullah pada bulan Sya’ban, yakni dengan berpuasa (minimal) pada pertengahan bulan Sya’ban (nisfu Sya’ban).
Nah, kapankah nisfu Sya’ban pada tahun 2024 ini? Dua organisas Islam terkemuka di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, ternyata berbeda menetapkan nisfu Sya’ban, yakni hari ke-15.
Nahdlatul Ulama (NU) melalui edaran yang disampaikan PWNU DKI Jakarta dan ditandatangani oleh Pimpinan Lembaga Falakiyah PWNU DKI, yakni H. Abdul Holik (ketua) dan Ikhwanudin (sekretaris) menyebutkan, nisfu Sya’ban jatuh pada hari Ahad, 25 Februari 2024. Karena itu, malam nisfu Sya’ban akan dilakukan pada Sabtu malam Ahad, tanggal 24 Februari 2024.
Edaran PWNU DKI Jakarta ini dikeluarkan pada tanggal 2 Sya’ban 1445 H, atau bertepatan dengan 12 Februari 2024 di Jakarta dengan nomor surat 161/LF-DKI/II/2024. Isinya sebagai berikut; “Berdasarkan surat pengumuman Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan nomor; 15/LF-{BNU/II/2024 tentang awal Sya’ban 1445 H yang berteatan dengan Ahad, 11 Februari 2024 M. Maka dengan itu, tanggal 15 Sya’ban 1445 H bertepatan pada Ahad, 25 Februari 2024 M (mulai malam Ahad).”
Dalam surat edaran tersebut pula, Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta mengimbau kepada warga Nahdlatul Ulama di Jakarta (khususnya) dan umat Islam pada umumnya, dapat mengisi malam tersebut dengan amaliyah nahdliyyah. Amaliyah Nahdliyyah yang dimaksud adalah pembacaan surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat karena Allah agar dimudahkan segala urusan, dipanjang umur, dan dilancarkan rezekinya.
Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih, jauh hari sebelumnya sudah pengumuman bahwa Ramadhan jatuh pada 11 Maret 2024. Berkenaan dengan hal ini, maka sangat dimungkinkan Nisfu Sya’ban jatuh pada Sabtu,24 Februari 2024. Sehingga nisfu Sya’ban jatuh pada Jumat malam Sabtu.
Berikut edaran dari Muhammadiyah,
Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah telah merilis hasil hisab awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijah 1445 H/2024 M. Berdasarkan hasil hisab diketahui 1 Ramadhan jatuh pada 11 Maret 2024. Sedangkan 1 Syawal 1445 H jatuh pada 1 April 2024. Kemudian 1 Dzulhijah 1445 H jatuh pada 8 Juni 2024.
Mengenai hal ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan alasan Muhammadiyah mengumumkan awal Ramadhan pada saat sekarang ini.
“Kami PP Muhammdiyah tidak mendahului siapa pun. Penetapan ini sudah lazim diinformasikan seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Haedar Nashir, di Kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Ditiro No 23, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (20/1/2024), sebagaimana dikutip dari Republika.
Haedar menuturkan awal Ramadhan lumrah terjadi pada setiap tahun. Bahkan kalendar yang dikeluarkan organisasi Islam maupun negara juga telah lebih dulu menentukan awal Ramadhan.
“Jadi maklumat pengumuman Muhammadiyah ini maklumat yang normal terjadi dan dilakukan karena kami menggunakan metode hisab dengan metode khusus hisab hakiki wujudul hilal,” ucapnya.
Menurut Haedar, penegasan tersebut perlu disampaikan agar tidak lagi ada polemik yang menganggap bahwa Muhamadiyah mendahului yang lain dalam menentukan awal Ramadhan. Haedar memastikan tidak ada yang didahului oleh Muhammadiyah dalam penentuan awal Ramadhan tersebut. “Sebaliknya juga tidak ada yang kami tinggalkan,” ujarnya.
Haedar menambahkan, perbedaan maupun kesamaan dalam menentukan awal Ramadhan dan Idul Fitri hal yang biasa di tanah air. Umat muslim mestinya terbiasa adanya hal tersebut selama ada perbedaan metode dalam penentuan awal Ramadhan, Idul Fitri, maupun Dzulhijjah. (sajada.id/)
.



Komentar