Oleh Syahruddin El Fikri
SAJADA.ID—Sahabat yang dirahmati Allah SWT.
Sya’ban adalah salah satu bulan yang sangat dimuliakan Rasulullah SAW. Hal ini dibuktikan dengan cara beliau memperbanyak amal ibadah sepanjang bulan Sya’ban, yakni berpuasa lebih banyak dibandingkan dengan bulan lainnya selain bulan Ramadhan.
Ummul Mukminin Aisyah Radhaiyallahu Anha meriwayatkan, dirinya tak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa sebanyak puasa pada bulan Sya’ban di luar Ramadhan.
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa 1 bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau puasa lebih banyak dalam sebulan dibanding dengan puasanya pada bulan Sya’ban.” (Hadis shahih Riwayat Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits lain, Rasul SAW bersabda: “Aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i).
Berkenaan dengan hal ini, sejumlah ulama menyebutkan bahwa Syaban adalah bulan istimewa. Syekh Abdul Qadri Al-Jailani dalam kitabnya Al Ghun-yah, menuliskan tentang makna Sya’ban Sya’ban berasal dari kata Sya’ban dan terdiri atas lima huruf, yakni huruf syin, ain, ba, ya, alif, dan nun. Adapun maknanya adalah:
فالشين من الشرف والعين من العلو والباء من البر والالف من الألفة والنون من النورفهذه العطايا من الله تعالى للعبد في هذا الشهر
Huruf syin mewakili kata syaraf yang berarti kemuliaan, huruf ain adalah singkatan dari ‘uluwwi yang berarti tingkat tinggi. Huruf ba’ dari kata birr yaitu kebaikan. Adapun alif dari kata ulfah yang mengandung makna kasih sayang, dan nun berasal dari kata nur yang berarti cahaya. Inilah segala predikat yang melekat dalam bulan sya’ban yang disediakan oleh Allah SWT. untuk hamba-hambanya. (Al-Ghun-yah I, hlm 341, Syekh Abdul Qadri Al-Jailani).
Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakiri al-Khubawi dalam kitabnya Durratun Nashihin, menambahkan; “Sesungguhnya pada bulan Sya’ban itu terdapat lima huruf yang masing-masing hurufnya memiliki keistimewaan dan sangat bermanfaat bagi orang yang beriman. “Huruf Syin adalah kemuliaan dan syafaat, huruf Ain adalah izzah dan karomah, huruf ba’ adalah Al-Birr (kebaikan), dan huruf Alif adalah ulfah (kasih sayang), dan huruf nun adalah nur (cahaya). (Durratun Nashihin, hlm 218).
Sejumlah ulama meriwayatkan, pada bulan Sya’ban inilah Allah SWT membuka pintu-pintu kebaikan dan menurunkan berkah-Nya, dan pada bulan Sya’ban ini pula Allah SWT bershalawat kepada Rasulullah SAW selaku khairul bariyyat (makhluk yang paling mulia).
وهو شهر الصلاة على النبى المختار, قال الله تعالى “ان الله وملائكته يصلون على النبى يايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما
Dia (sya’ban) adalah bulan shalawat atas nabi yang terpilih, sebagaimana firman Allah SWT; Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat atas Nabi (Muhammad SAW). Wahai orang-orang yang beriman, bershalawat kalian atas Nabi, dan ucapkanlah salam dengan sebaik-baiknya penghormatan.”
Dalam sebuah pendapat sebagaimana dinuqil oleh Syekh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitabnya ‘al-Ghun-yah’ di katakan:
صلاة الرب تبارك وتعالى على نبيه تعظيم الحرمة, وصلاة الملائكة عليه اظهار الكرامة, وصلاة الأمة عليه طلب الشفاعة
Shalawat yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad adalah sebuah penghormatan, shalawat atas nabi dari para malaikat merupakan pengejawantahan dari karamah, sedangkan shalawat atas nabi dari kita selaku umatnya adalah permohonan syafaat dan pertolongan.
Masih dalam kitab yang sama, tentang keutamaan bulan Sya’ban, diterangkan lebih lanjut bahwa Allah SWT selalu memilih satu dari empat hal: Allah memilih empat malaikat yaitu Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail. Dan Allah mengutamakan malaikat Jibril. Lalu Allah memilih empat nabi yaitu Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad, dan Allah mengutamakan Nabi Muhammad SAW. Allah memilih empat sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, lalu Allah mengutamakan Abu Bakar. Allah memilih empat masjid yaitu Masjidil Haram, Masjidil Aqsha, Masjid Nabawi, dan Masjid Tursina, lalu Allah mengutamakan Masjidil Haram. Begitulah seterusnya hingga Allah memilih empat bulan yaitu Rajab, Sya’ban, Ramadhan dan Muharram. Dan Allah mengutamakan Sya’ban. Kemudian Allah jadikan Sya’ban sebagai Syahrun nabi, yakni bulannya Rasulullah SAW.
Dalam sebuah riwayat, dikatakan bahwa:
وقد روى ابو هريرة رضى الله عنه انه قال ان النبي صلى الله عليه وسلم قال: شعبان شهرى, ورجب شهر الله, ورمضان شهرامتى, شعبان هو المكفر, ورمضان هو المطهر.
Sya’ban adalah bulanku, Rajab adalah bulan Tuhanku, Ramadhan adalah bulan umatku. Sya’ban adalah bulan pemberangus dosa dan Ramadhan adalah bulan penyucian diri.
Demikianlah sahabat sajada.id/, makna bulan Sya’ban bagi umat muslim. Semoga kita bisa memperbanyak amal ibadah di bulan Rasulullah yang mulia ini. (sajada.id/)



Komentar