Oleh Syahruddin El Fikri
SAJADA.ID–Sahabat yang dirahmati Allah SWT.
Bulan Sya’ban adalah salah satu bulan yang istimewa. Namun demikian, bulan Sya’ban dianggap sebagai bulan yang sering dilalaikan oleh umat Islam. Dilalaikan karena orang bersiap-siap memasuki bulan Ramadhan, dan mereka melupakan berbagai amalan di bulan Sya’ban.
Padahal, sebagaimana diketahui khalayak, banyak amal ibadah yang bisa dikerjakan selama bulan Sya’ban. Sekaligus menumpuk pahala sebagai bekal di akhirat kelak.
Doa yang biasa dipanjatkan sejak bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan, senantiasa menggaung di hati umat. “Allahumma bariklana fi rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhan.” (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah umur kami hingga bulan Ramadhan).
Bulan Sya’ban adalah salah satu bulan yang istimewa bagi umat Islam. Karena itu, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk memperbanyak amalan sepanjang bulan Sya’ban.
Ada beberapa ibadah yang sering diamalkan Rasulullah SAW pada bulan Sya’ban. Berikut ini di antaranya:
1. Puasa Sunnah
Puasa sunnah adalah ibadah yang dikerjakan selain puasa wajib, puasa nazar, puasa kafarat. Rasul SAW banyak melakukan puasa sepanjang bulan Sya’ban.
Sebagaimana diriwayatkan dari Ummul Mukminin Aisyah Radhaiyallahu Anha (RA), Rasul SAW bersabda:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW puasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau puasa lebih banyak dalam sebulan dibanding dengan puasanya pada bulan Sya’ban.” (Hadis shahih Riwayat Bukhari dan Muslim).
Mengacu pada keterangan ini, maka umat Islam banyak melaksanakan puasa di bulan Sya’ban, termasuk puasa nisfu sya’ban.
Dalam hadis lain, Rasul SAW bersabda: “Aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i).
2. Shalat Malam
Shalat malam adalah amalan yang istimewa. Dan ibadah (shalat) malam ini paling sering dilaksanakan Rasulullah SAW.
Dalam Al-Quran Allah SWT berfirman:
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
“Dan pada sebagian malam, shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Isra [17]: 79).
3. Sholawat Nabi
Membaca Sholawat adalah perintah Allah dalam Al-Quran. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca sholawat setiap hari.
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-nya bersholawat atas nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian dengan sebaik-baiknya sholawat.” (QS. Al-Ahzab [33]: 59).
Dalam hadis dikatakan bahwa orang yang membaca satu kali sholawat, maka Allah SWT akan membalas 10 kebaikan.
4. Perbanyak Doa
Doa merupakan senjata orang-orang yang beriman (mukmin). Demikian hadis Nabi SAW. Dalam Al-Quran dijelaskan, bahwa Allah menyuruh hamba-hamba-Nya untuk selalu berdoa. Dan Allah berjanji akan mengabulkan doa dari orang-orang yang meminta. (QS. Al-Baqarah [2]: 186).
5. Membaca Al-Quran
Amalan lainnya yang bisa diperbanyak pada bulan Sya’ban adalah membaca Al-Quran. Al-Quran adalah kalam Allah yang menjadi ibadah bagi mereka yang menjadi ibadah bagi mereka yang membacanya. Bahkan, satu huruf Al-Quran dibalas 10 kebaikan.
Dapat dibayangkan bila membaca Al-Quran, maka banyak balasan yang akan diterima oleh mereka yang membacanya.
6. Memperbanyak Sedekah
Rasul Saw bersabda:
“Sedekah itu dapat menolak bala (musibah).”
Dengan merujuk keterangan di atas, maka sepantasnya kita memaksimalkan potensi yang ada untuk selalu berinfak atau bersedekah, baik di saat lapang maupun saat kekurangan.
Sedekah itu tidak hanya dengan harta atau materi, tetapi sedekah juga bisa dengan immateri seperti tersenyum. Karena senyum juga merupakan sedekah.
7. Memperbanyak istighfar
Allah SWT sangat menyukai hamba-hamba-Nya yang selalu beristighfar. Karena dengan beristighfar, seorang hamba mengaku bersalah kepada Allah, dan mereka datang untuk meminta ampunan atas kesalahan tersebut.
Habib Umar bin Muhammad Al Hafidz pernah mengatakan: “Allah lebih menyukai seseorang yang berdosa dibandingkan dengan mereka yang sombong.”
Ungkapan ini untuk menegaskan bahwa mereka yang berdosa mengakui bahwa mereka sesungguhnya bersalah, sehingga peluang untuk bertaubat sangat besar. Dibandingkan dengan seseorang yang sombong, mereka telah mengambil hak Allah sebagai yang Maha Besar.
Demikianlah beberapa amalan yang dianjurkan dilakukan sepanjang bulan Sya’ban. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. (sajada.id)


