Agama
Beranda » Berita » Pelatih Iran U-17 Hentikan Wawancara Saat Mendengar Ini

Pelatih Iran U-17 Hentikan Wawancara Saat Mendengar Ini

Momen saat pelatih Iran U-17 menghentikan wawancara.
Momen saat pelatih Iran U-17 menghentikan wawancara.

Pelatih Iran Hentikan Wawancara Saat Mendengar Ini

Oleh Syahruddin El Fikri

Perhelatan Piala Dunia U-17 yang berlangsung di empat kota di Indonesia, yakni di Stadion Jalak Harupat Bandung, Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Stadion Manahan Solo, dan Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, menjadi ajang bagi setiap negara peserta untuk unjuk kebolehan mengolah si kulit bundar. Terdapat 24 negara peserta Piala Dunia U-17, termasuk Indonesia sebagai tuan rumah.

Tangani Aduan Jemaah, Kementerian Haji dan Umrah Kedepankan Mediasi dan Musyawarah

Piala Dunia U-17 yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan, yakni sejak 10 November hingga 2 Desember 2023, membuat seluruh peserta memanfaatkan momentum ini untuk memberikan yang terbaik bagi negaranya masing-masing. Dan tuan rumah pun akan berupaya melayani para tamu dari negara peserta itu dengan sebaik-baiknya.

Namun demikian, ada beberapa hal yang membuat negara peserta kagum dengan penyelenggara, yakni tuan rumah Piala Dunia U-17. Misalnya pelatih Brazil terang-terangan memuji kualitas Jakarta International Stadium (JIS).

"Ini sangat gila," ujar Pelatih Timnas Brasil U-17, Phelipe Leal seperti dalam keterangan rilis resmi LOC Piala Dunia U-17 2023, Senin (6/11).

Leal melanjutkan, menurutnya Stadion JIS punya kemegahan dan keindahan. Malah menurutnya, dirinya tidak menyangka Indonesia punya stadion sebagus itu.

Ramadan 2026, BAZNAS RI Gaungkan Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia”

"Saya baru pertama kali datang ke Indonesia, awalnya saya tidak sempat cari tahu di stadion mana kami akan bermain. Saya pikir mereka tidak punya persiapan yang matang untuk jadi tuan rumah. Tapi saya melihat kalau mereka punya keseriusan yang kuat," paparnya.

"Ini adalah stadion yang besar, punya keindahan dan saya sangat kaget mereka bisa membuat stadion seperti ini," ujar Leal.

Hal senada juga diungkapkan Pelatih Ekuador, Diego Martinez. Ekuador, yang berada di Grup A, mengekspresikan kekagumannya pada Stadion Gelora Bung Tomo. Pelatih Diego Martinez, awalnya merasa ragu terhadap lokasi stadion yang terletak di tengah area persawahan.

BKM Nururrahman Gelar Peringatan Malam Nisfu Sya’ban

Namun, setelah inspeksi, ia menyadari bahwa stadion tersebut memiliki standar tinggi dan fasilitas yang mengagumkan.

"Pemandangan persawahan di sekitar stadion memberikan kesan unik, tapi begitu masuk, saya dibuat terkesan dengan kondisi dalam stadion yang sangat baik dan megah," tutur Martinez.

Penyelenggaraan Piala Dunia U-17 di Indonesia tidak hanya menjadi ajang pertunjukan bakat sepak bola muda, tapi juga menampilkan kemampuan Indonesia dalam menyelenggarakan acara skala internasional.

Begitu juga dengan para pelatih lainnya. Mereka memuji fasilitas dan infrastruktur stadion penyelenggaraan Piala Dunia U-17. Di Bali, sejumlah peserta Piala Dunia U-17, yang menggunakan markas Bali United, terkesima dengan fasiltas latihan yang berbatasan dengan pinggir pantai.

Sekjen Kemenag: Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Agama Jadi Prioritas

Dari sekian banyak kekaguman itu, ada juga yang memuji keramahan dan sikap keberagamaan masyarakat Indonesia. Pelatih Iran U-17, Hussien Abdi, dan Pelatih Uzbekistan U-17 Jamoliddin Rakhmatullaev. Bermain di negara yang jauh dari tempat kelahirannya, tak membuat mereka merasa asing.


"Bermain di Piala Dunia U-17 di Indonesia ini, kami seperti berada di negeri sendiri," ungkap Pelatih Iran U-17 Abdi, dan Pelatih Uzbekistan U-17, Jamoliddin, secara terpisah, sebagaimana dikutip dari goal.com Indonesia.

Dan uniknya lagi, ketika bermain dan meraih kemenangan, kedua pelatih makin berbinar-binar. Sebab para penonton memuji dan bangga dengan dua negara muslim itu meraih kemenangan dan menaklukkan lawan-lawannya.

Gas Pol! Lazisnu Depok Tancap Gas, Rintisan UPZIS MWCNU Cipayung Mulai Magang Fundraising

Tak hanya sampai di situ, keduanya juga sempat menghentikan wawancara saat mendengar azan berkumandang. "Ya, ini Indonesia, negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Saya sangat betah. Sebagai seorang muslim, kita bisa setiap saat mendengar azan waktu akan shalat, bahkan disini sangat banyak masjid," ungkap Jamoliddin.

Artikel Terkait: Lima Keutamaan Azan yang Menggetarkan Jiwa

Pun demikian halnya dengan Pelatih Iran U-17, Hussien Abdi. Saat azan berkumandang, pelatih Iran ini meminta untuk menghentikan wawancara.

JATMAN Depok Gelar Istighotsah Sambut Satu Abad Masehi NU

"Mohon maaf, kita hentikan dulu wawancara," ujarnya.

Selesai azan, maka dia pun mengungkapkan alasannya menghentikan wawancara tersebut. "Sebagai muslim, lebih baik menghentikan segala sesuatu saat azan dikumandangkan, karena ini adalah panggilan Allah, waktunya berdoa," ungkapnya.

Menurutnya, sikapnya itu bukan karena dirinya seorang muslim saja, tetapi juga karena kemanusiaan. "Kita semua saudara, dan harus punya sifat kemanusiaan. Kita tak boleh mementingkan diri kita sendiri. Kita juga harus menghormati saudara kita lainnya, menghormati adat dan budaya warga setempat, tanpa harus mencaci atau meremehkannya," lanjutnya.

Usai azan, mata Hossein Abdi tampak berkaca-kaca. Ia terharu dengan suasana yang menurutnya sangat menyejukkan itu. Ia berharap, dunia damai dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan, tanpa harus merasa paling hebat atau paling kuat. Salut.


(sya/Rumah Berkah)


Artikel Lainnya:

Kisah-Kisah Islami dan Inspiratif

Pembahasan Al-Quran

Tempat Bersejarah di Dunia Islam

Ulasan Seputar Buku dan Kitab Klasik

Cerita Abu Nawas dan Humor Lucu

Silakan beri komentar atas berita ini, dan monggo dibagikan bila bermanfaat.

Terima kasih.

(sya/Rumah Berkah)