Hikmah
Beranda » Berita » Kemukjizatan Rasulullah: Kisah Gunung dan Unta Bisa Bicara

Kemukjizatan Rasulullah: Kisah Gunung dan Unta Bisa Bicara

Kisah Gunung dan Unta Bisa Bicara

Oleh Syahruddin El-Fikri

Sahabat Rumah Berkah yang dirahmati Allah SWT.

Dunia Ladang Akhirat dan Pentingnya Menuntut Ilmu Agama dari Sanad yang Benar

Banyak kisah kehidupan Rasulullah SAW yang layak menjadi teladan dari sosok uswatun hasanah tersebut. Kisah-kisah tersebut menunjukkan betapa mulianya akhlak Rasulullah SAW dan betapa luar biasanya kemukjizatan yang diberikan Allah kepada kekasih-Nya tersebut.

Kisah berikut ini, adalah salah satu contoh yang menunjukkan kemukjizatan Rasulullah SAW. Begini kisahnya;

Suatu hari, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW) pergi bersama sahabat-sahabatnya. Di antara sahabatnya itu terdapat seseorang bernama Uqail bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu (RA). Uqail ini baru memeluk Islam, namun dia masih memiliki keraguan kepada Rasulullah.

Di tengah perjalanan, Rasulullah SAW hendak berwudhu dan buang hajat. Namun demikian, tak ada air dan tempat tersembunyi. Rasul kemudian memerintahkan Uqail untuk pergi ke sebuah pohon.

Mbah Moen: Tirakat Paling Mantap Itu Adalah…….

Tak dinyana, belum sampai di tempat yang ditunjukkan itu, pohon itu dengan serta merta berpindah tempat melindungi Rasulullah SAW dari pandangan. Hal itu memudahkan Rasul untuk buang hajat dan berwudhu.

Setelah selesai, Rasul kemudian mengajak Uqail untuk melanjutkan perjalanan lagi. Beberapa lama kemudian, rasa lelah dan haus mendera Rasulullah dan para sahabatnya. Apalagi, wilayah tempat Rasul berada itu sangat tandus dan panas. Mereka pun kehausan.

Rasul lalu memerintahkan Uqail untuk pergi ke gunung yang terlihat di sekitar tempat itu. “Hai Uqail, cobalah engkau daki gunung itu, dan sampaikanlah salamku kepadanya serta katakan, “Jika padamu ada air, berilah aku minum.”

Khutbah Rasulullah Menjelang Ramadhan

Uqail pun segera melaksanakan titah Rasulullah. Ia mendaki gunung tersebut dan menyampaikan pesan Rasulullah kepada gunung itu. Dan Allah Maha Berkehendak, maka gunung itu pun berbicara.

Baca Juga:

Agar Berkah, Berikut Ini Doa Masuk dan Keluar Rumah

Dahsyatnya Doa Seorang Pemburu

Ramadhan Bagi Sayyidina Hasan, Cucu Nabi SAW

Doa Tertolak Karena Sebutir Kurma


“Sampaikanlah kepada Rasulullah, bahwa sejak Allah SWT menurunkan ayat yang bermakna; “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari (siksa) api neraka, yang bahan bakarnya dari manusia dan batu” (QS At-Tahrim [66]: 6), maka aku selalu menangis tak pernah henti. Sebab aku takut kalau diriku akan menjadi batu itu. Akibatnya, tak ada lagi air pada diriku,” ujar gunung tersebut. Uqail lalu menyampaikan pernyataan gunung itu kepada Rasulullah.

Karena tak jua menemukan air, maka mereka pun kembali meneruskan perjalanan hingga mereka tiba di sebuah kampung. Mereka semua beristirahat untuk melepaskan rasa lelah.

Satu Butir Nasi untuk 2750 Orang

Tak lama berselang, ketika sedang asyik melepaskan lelah, tiba-tiba lewatlah di sekitar mereka seekor unta. Dan unta ini langsung berhenti di hadapan Rasulullah SAW, dan mengadukan maksudnya kepada Rasulullah. “Ya Rasulullah, aku minta perlindungan darimu.”

Sementara di belakang unta itu, tiba-tiba datang seorang laki-laki yang sedang membawa sebilah pedang terhunus dan mendekati unta itu. Melihat hal itu, Rasul kemudian bertanya kepada pria itu. “Hendak kamu apakan unta itu?”

Pria itu menjawab, “Wahai Rasulullah, aku telah membelinya dengan harga yang mahal, tetapi dia tidak mau taat kepadaku, maka akan kupotong saja dan akan kumanfaatkan dagingnya atau kuberikan kepada orang-orang yang memerlukan.”

Bakul Pecel Naik Haji

Rasul pun lalu menanyakan hal itu kepada unta tersebut. “Mengapa engkau mendurhakainya, wahai unta?” tanya Rasul.

Dan unta itu pun menjawab; “Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak mau mendurhakainya. Tetapi, ini terpaksa aku lakukan karena perilaku pria itu sangat buruk. Pria dan rombongannya dalam sebuah kabilah, semuanya tidur dan melalaikan mendirikan shalat Isya. Jika mereka mau berjanji kepadamu untuk tidak meninggalkan perintah Allah, maka aku berjanji tak akan mendurhakainya lagi. Sebab, aku takut kepada Allah jika Allah menurunkan azabnya, sementara aku sedang berada di antara mereka.”

Rasul berkata kepada pria itu. "Aku akan mengembalikan unta ini kepadamu, asalkan engkau berjanji untuk tidak meninggalkan shalat Isya, dan melaksanakan semua yang diperintahkan Allah. Akan tetapi jika engkau tidak mau, maka aku akan membawa onta ini," tutur Rasul SAW.

Artikel Terkait:

Mau Kaya? Amalkan Shalawat Ini, Laksana Punya Pohon Uang Sendiri

Berkah Maulid, Keluarga Yahudi Masuk Islam

Keutamaan Membaca Shalawat Nabi

Negeri yang Diazab Allah

Kisah Kehancuran Kaum Tsamud


"Ya Rasululah, aku berjanji tidak akan meninggalkan shalat Isya lagi dan berjanji pula tidak melakukan maksiat. Jika aku melakukannya, maka unta itu akan aku berikan kepadamu," jawab pria. Rasul kemudian menyerahkan unta itu kepada pria tersebut.

Sementara itu, Uqail yang menyaksikan sejumlah peristiwa yang dialaminya bersama Rasulullah SAW, tak ragu lagi dengan Islam dan Rasulullah. Uqail pun semakin mantap dalam mengikuti ajaran Rasulullah SAW.

"Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini karena sempat meragukan kemuliaan utusan-Mu. Mulai sekarang, aku akan selalu tunduk kepada Rasululah SAW dan akan selalu mematuhi perintahnya," ucap Uqail.

Demikianlah sahabat Rumah Berkah, kisah teladan dan kemukjizatan Rasulullah SAW sebagai seorang Nabi dan Rasul Allah SWT. (sya/RB)