Hikmah
Beranda » Berita » Mau Berpuasa Seperti Rasulullah? Ikuti Caranya

Mau Berpuasa Seperti Rasulullah? Ikuti Caranya

Oleh: Syahruddin El Fikri

Rasulullah SAW adalah suri teladan bagi umat. Dalam Al-Qur’an, Allah menyatakan; Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab [33]: 21).

Bahkan, dalam salah satu hadis yang diriwayatkan dari Aisyah RA, bahwa akhlak Rasulullah SAW itu senantiasa merujuk pada Al-Qur’an.

Istiqamah Mengajar, Meski Murid Tak Banyak: Dawuh KH. Nurul Huda Djazuli yang Menyejukkan Hati

Karena itu, sudah selayaknya umat Islam menyontoh dan meneladani kepribadian Rasulullah SAW dalam segala hal, termasuk puasa. Berikut beberapa cara yang biasa dilakukan Rasulullah SAW dalam menjalankan ibadah puasa, dan menghidupkan Ramadhan.

Berniat untuk puasa sejak malam

“Diriwayatkan dari Hafsah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak berniat untuk puasa Ramadhan sejak malam, maka tak ada puasa baginya.” (HR Abu Dawud).

Mengawali dengan sahur

Bukan Seberapa Tinggi Kita Berada, tapi Seberapa Kuat Kita Bangkit Setelah Jatuh

Setiap akan berpuasa, Rasul SAW selalu makan sahur dengan mengakhirkannya, yakni menjelang datangnya waktu imsak.

Menyegerakan berbuka

Saat waktu berbuka telah tiba, maka Rasul segera berbuka, minimal dengan sebutir kurma atau seteguk (segelas) air. Beliau makan saat lapar dan berhenti sebelum kenyang.

Hijrah dan Perencanaan Matang: Belajar Strategi Perubahan dari Rasulullah SAW

Menyegerakan shalat

Setelah berbuka dengan sebutir kurma atau segelas air, Rasul SAW segera mendirikan shalat Maghrib.

Memberbanyak ibadah

Selama bulan Ramadhan, Rasul SAW senantiasa memperbanyak amalan, seperti shalat malam, tadarus Al-Qur’an, zikir, sedekah, tasbih, dan lainnya.

Antara Umar dan Umur

I’tikaf

Memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasul SAW meningkatkan aktifitas ibadahnya, terutama memasuki 10 hari terakhir dengan i’tikaf.

Syukur dan Istighfar, Jalan Datangnya Keberkahan Hidup