DEPOK—Bulan Ramadhan menjadi bulan berkah bagi seluruh umat Islam. Sebab, pada bulan mulia inilah Allah SWT menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam (SAW). Dengan turunnya Al-Quran itu pula, sekaligus menjadi perantara kemuliaan bulan Ramadhan.
Momentum bulan yang mulia ini, Pimpinan Anak Ranting Muslimat NU RW 15, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, menggelar sejumlah kegiatan kemasyarakatan sekaligus berupaya meraih keberkahan Ramadhan. Menurut Ketua Muslimat NU Anak Ranting RW 16, Siti Fadlilaturrif’ati, pada Ramadhan 1443 Hijirah ini, pihaknya menyiapkan sedikitnya empat kegiatan.
Keempat kegiatan itu adalah pertama, Pembagian Takjil kepada orang yang berpuasa setiap awal pecan, yakni Hari Selasa. Kemudian kegiatan kedua adalah Tadarus Al-Quran 30 Juz. Ketiga Sembako Murah untuk Dhuafa, dan keempat Santunan Anak Yatim dan Dhuafa. “Khusus untuk Santunan Yatim dan Dhuafa, Muslimat NU Anak Ranting RW 15 bekerja sama dengan Yayasan Rumah Berkah Nusantara,” ujar Fadila, —sapaan akrab Siti Fadlilaturrif’ati.

Ia menambahkan, untuk kegiatan pembagian takjil, pihaknya menyediakan setiap awal pekannya 200 paket. “Kami membagikannya kepada mereka yang berpuasa di sekitar wilayah Rangkapan Jaya Baru, seperti pengendara motor, ojek online, sekuriti, dan lainnya,” lanjutnya. Bersama pengurus Pimpinan Muslimat NU Anak Ranting RW 15, pihaknya membagi-bagikan paket takjil tersebut kepada warga.
Sementara itu, untuk Tadarus Al-Quran, kegiatan ini dikhususkan untuk pengurus Muslimat NU Anak Ranting. “Biar kegiatan Muslimat NU senantiasa diberkahi Allah SWT. Apalagi, Ramadhan merupakan bulannya Al-Quran,” ujarnya. Kegiatan ini berlangsung sepanjang Ramadhan 1443 H.

Kemudian kegiatan yang baru dilaksanakan, yakni Sembako Murah untuk Dhuafa. Untuk kegiatan ini, pihaknya menyediakan sebanyak 100 paket sembako dan sebagian diberikan secara gratis kepada dhuafa. “Satu paket senilai Rp 100 ribu, tetapi kami menjualnya seharga Rp 50 ribu, sebagai bagian dari upaya kita semua membantu sesama, sedangkan sebagian lagi diberikan secara gratis, karena kondisi mereka,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Ahad (17 April) kemarin, pihaknya juga mengundang Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Pancoran Mas, Nyai Hj. Siti Hasanah S.Ag, MM, PD; Ketua Ranting Rangkapan Jaya Baru, Suhati, serta sejumlah pengurus lainnya. Selain itu, hadir pula para pemangku wilayah di RW 15 seperti ketua RT, RW, Badan Kemakmuran Masjid Nururrahman, Majelis Taklim Khairunnisa, dan Pengurus Yayasan Rumah Berkah Nusantara.
“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat respons yang positif dari warga dan pemangku wilayah. Ke depan, kami berharap kegiatan seperti ini menjadi kegiatan rutin Muslimat. Dan kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus yang berupaya meluangkan waktu untuk kegiatan Muslimat NU ini,” ujarnya.
Tak lupa ia menyampaikan terima kasih kepada donatur perseorangan maupun lembaga yang terus mendukung kegiatan Muslimat NU, seperti Yayasan Rumah Berkah Nusantara, PT Telkom Indonesia, dan lainnya.

Ketua PAC Muslimat Pancoran Mas, Nyai Hj. Siti Hasanah S.Ag, MM. PD dalam sambutannya menyampaikan tentang sejarah berdirinya Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi yang didirikan pada tahun 1943 ini merupakan bagian dari organisasi Nahdlatul Ulama, dan berkhidmat untuk memberdayakan perempuan, warga Nahdlatul Ulama.

“Saya mengajak seluruh warga Muslimat NU untuk terus istiqomah dan senantiasa berkhidmat untuk NU dan mengajak jamaah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, Fastabiqul Khairat,” ujar Siti Hasanah.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Rumah Berkah Nusantara, H. Syahruddin El Fikri, mengajak jamaah untuk terus bersemangat dalam berbagi, membantu sesama, dan menolong mereka yang membutuhkan.

“Tidak ada orang yang miskin karena sedekah. Tidak ada orang yang bangkrut karena mereka gemar berinfak. Sebab Allah akan senantiasa membalas kebaikan mereka yang berinfak dengan berlipat ganda,” ujarnya sambil mengutip ayat Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 261.
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”
Syahruddin yang juga seorang Jurnalis Republika ini menyampaikan pentingnya menolong sesama dan meneladani perjuangan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, serta para pendiri dan pimpinan Nahdlatul Ulama (NU). “Terus ikut ulama, agar senantiasa diberkahi Allah,” ajaknya.



