
35 Calon Dai Muda Dikader di Pesantren Al Hikamussalafiyah Cipulus Purwakarta
sajada.id/, PURWAKARTA – Sebanyak 35 Calon Dai dan Daiyah muda peserta program Direktorat Penerangan Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sedang menjalani magang di Pesantren Al Hikamussalafiyah Cipulus, Purwakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengkaderan Calon Dai Muda (PCDM) yang bertujuan memperkuat kualitas para dai muda sebelum terjun ke masyarakat, 9-15 Agustus 2025.
Dari 35 peserta magang, terdapat 23 Calon Dai laki-laki dan 12 Calon Daiyah perempuan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Medan, Palembang, Jambi, Lampung, Bengkulu, Riau, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Kalimantan Timur, hingga Jayapura, Papua. Keberagaman peserta ini menjadi momentum yang sangat baik untuk berinteraksi langsung dengan santri dan menimba pengalaman kehidupan pesantren.
Selama lima hari magang, para calon dai ini mengikuti kegiatan keseharian santri di pesantren, sekaligus mendapatkan pengajaran dari Dewan Kiai Pesantren. Selain itu, mereka juga berkesempatan menjadi pengajar di beberapa lembaga sekolah yang berada dalam lingkungan pesantren. Program ini memberikan pengalaman langsung sekaligus mempererat silaturahim antara calon dai dengan santri.

Tidak hanya itu, para peserta magang juga diperkenalkan pada berbagai pengembangan ekonomi pesantren seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), layanan laundry, peternakan, pertanian, dan perikanan.
Sebelumnya, kegiatan magang diawali dengan perkenalan dan ziarah ke makam para pendiri pesantren, yang menjadi motivasi bagi para santri dan calon dai dalam mengembangkan wawasan dan strategi dakwah yang progresif.
Program magang Bimas Islam ini tidak hanya berlangsung di Pesantren Al Hikamus salafiyah, tetapi juga di beberapa pesantren lain di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan dapat memperkuat hubungan sinergis antara pesantren dan Kementerian Agama sebagai lembaga pembina dakwah.
Setelah magang selesai, para Calon Dai dan Daiyah ini akan dikirim ke pelosok Nusantara atau bahkan menjadi dai internasional. Mereka diperkenalkan pada dunia dakwah yang lebih luas dengan mengusung nilai Islam rahmatan lil alamin — Islam yang ramah, lembut, dan mampu menerima keberagaman. Terlebih, Indonesia sebagai bangsa yang majemuk mengedepankan semangat cinta tanah air (hubbul wathon minal iman) sebagai bagian dari iman yang wajib dijaga.

“Jalan dakwah saat ini sangat beragam, mulai dari dakwah digital melalui media sosial, dakwah langsung lewat perbuatan, hingga dakwah melalui program terencana dari berbagai lembaga pemerintah maupun swasta. Program ini sangat bermanfaat bagi pengembangan kualitas dai muda dalam menghadapi tantangan dakwah masa kini,” ujar Hadi M Musa Said, Pengasuh Pesantren Alhikamusssalafiyah Cipulus Purwakarta.
Ajengan Hadi menambahkan, program magang ini sangat strategis dan bermanfaat untuk membekali para calon dai dan daiyah muda. “Melalui program ini, para calon dai dapat mengalami langsung kehidupan pesantren dan berinteraksi intens dengan santri. Mereka tidak hanya belajar ilmu agama secara teori, tetapi juga merasakan bagaimana praktik dakwah yang ramah dan moderat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Hadi menambahkan, “Dalam era modern ini, dakwah harus dilakukan dengan berbagai pendekatan, baik secara langsung melalui perilaku dan pengajaran, maupun melalui media digital seperti media sosial. Program ini membekali calon dai agar mampu berdakwah secara efektif di berbagai lapisan masyarakat yang beragam.”
Ia juga menegaskan pentingnya nilai persatuan dan cinta tanah air dalam dakwah. “Indonesia adalah bangsa yang sangat beragam, dan dakwah kita harus mencerminkan nilai Islam yang rahmatan lil alamin, yakni Islam yang penuh kasih sayang, toleran, dan mampu merangkul perbedaan. Hubbul wathon minal iman, mencintai tanah air adalah bagian dari iman yang harus kita jaga bersama,” tutup Hadi M Musa Said.
(Syahruddinsajada.id/)





