News
Beranda » Berita » Didukung Bogasari, TEFA Kuliner SMKN 3 Sukabumi Produksi 3.124 Toples Kue Kering

Didukung Bogasari, TEFA Kuliner SMKN 3 Sukabumi Produksi 3.124 Toples Kue Kering

SAJADA.ID, SUKABUMI — Program Teaching Factory (TEFA) Kuliner SMKN 3 Sukabumi yang didukung Bogasari kembali mencatatkan capaian membanggakan. Menyambut Ramadan dan Idulfitri 1447 H, program ini berhasil memproduksi 3.124 toples aneka kue kering dengan omzet sekitar Rp210 juta.

Wakil Kepala Humas SMKN 3 Sukabumi, Ira Yulia, mengatakan produksi kali ini merupakan yang ke-5 sejak pendampingan resmi Bogasari dimulai pada 2022.

Menurutnya, dukungan Bogasari tidak hanya dalam teori dan praktik, tetapi juga bahan baku berupa 10 sak Kunci Biru dan 5 sak Segitiga Biru yang telah terfortifikasi.

Lolos SNBP 2026? Ini Langkah Penting agar Status Kelulusan Tidak Gugur

“Bogasari sangat banyak mendukung kemajuan sekolah kami, baik dari sisi keilmuan, praktik, maupun bahan baku produksi,” ujar Ira.

Program TEFA Kuliner ini melibatkan 10 guru, 3 asisten, dan 140 siswa, serta secara khusus menggandeng 8 siswa tuna rungu dari SLB Handayani.

Mereka turut dilibatkan agar memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal berwirausaha mandiri di masa depan.

Ira menambahkan, TEFA Kuliner tidak hanya melatih keterampilan teknis siswa dalam produksi makanan, tetapi juga membentuk budaya kerja industri seperti disiplin, kerja sama tim, komunikasi, dan tanggung jawab.

256 Ribu Kendaraan Balik ke Jakarta, Kakorlantas Polri: Ini Tertinggi Sepanjang Sejarah!

Melalui program ini, para siswa juga dilibatkan dalam proses promosi, penjualan, hingga pelayanan kepada konsumen, sehingga jiwa kewirausahaan mereka tumbuh sejak masih di bangku SMK.

Dalam produksi Lebaran 1447 H ini, TEFA Kuliner SMKN 3 Sukabumi menghasilkan delapan jenis kue kering, yakni Kastengel, Cokelat Stick, Palm Cheese, Sagu Keju, Putri Salju, Rainbow Cookies, Black Cookies, dan Nastar.

Produk tersebut dipasarkan dengan harga bervariasi, mulai dari Rp35 ribu hingga Rp97 ribu per toples, dan menjangkau pasar di Sukabumi, Cianjur, Bandung, Bogor, hingga DKI Jakarta.

BMKG Prediksi Kemarau Panjang di Jawa Barat, Warga Diminta Waspada Sejak Dini

Hasil penjualan kue kering tersebut, lanjut Ira, sepenuhnya digunakan untuk pengembangan program sekolah, seperti peningkatan kompetensi guru, siswa, tenaga kependidikan, serta penguatan sarana dan prasarana TEFA Kuliner.

“Kegiatan ini adalah bagian dari pembelajaran, jadi siswa dan guru tidak mendapatkan honor. Namun khusus bagi siswa, kami memberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi,” ungkapnya.

Vice President Human Resources PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari, Anwar, mengapresiasi komitmen SMKN 3 Sukabumi dalam mengembangkan keterampilan siswa melalui TEFA Kuliner.

Menurutnya, program ini sejalan dengan visi Bogasari dalam meningkatkan kompetensi, menumbuhkan jiwa wirausaha, dan mendorong kepedulian sosial.

Arus Mudik Lebaran Terpantau Lancar, Kakorlantas Pastikan Rekayasa Lalin Berjalan Optimal

Selain menjadi sarana pembelajaran berbasis industri, TEFA Kuliner SMKN 3 Sukabumi juga dipercaya sebagai model pembelajaran cookies (kue kering) untuk SMK se-Indonesia oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata.

(Ina Hamid/sajada.id)

Diduga Melakukan Penipuan Investasi Bodong, Kasno Tempuh Jalur Hukum dan Laporkan HS ke Polres Metro Depok

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *