SAJADA.ID— Sebanyak 2.400 calon jemaah haji Kota Depok mengikuti Manasik Haji Tingkat Kota Depok 2026 di Masjid Duyufurrahman, Jatijajar, Ahad (5/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bekal penting agar para jemaah memahami bahwa haji bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci, melainkan ibadah agung yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan spiritual.
Direktur Pengawasan Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI, Rudy Ambary, menegaskan bahwa ibadah haji bukanlah wisata religi yang berorientasi pada perjalanan semata. Menurutnya, haji adalah ibadah yang penuh makna, ujian, dan pengorbanan.
“Haji bukanlah wisata religi, melainkan perjalanan spiritual. Dalam perjalanan ini akan ada berbagai ujian yang mengajarkan jemaah untuk bersyukur dan bersabar,” ujar Rudy sebagaimana dikutip dari laman haji.go.id.
Ia menjelaskan, haji termasuk ibadah maliyah dan badaniyah (العبادة المالية والبدنية), yakni ibadah yang menuntut kesiapan harta sekaligus kekuatan fisik. Sebab, selain membutuhkan biaya, seluruh rangkaian haji juga memerlukan kondisi tubuh yang prima, mulai dari tawaf, sa’i, wukuf di Arafah, mabit di Mina, hingga melempar jumrah.
Menurut Rudy, jemaah perlu memahami sejak awal bahwa pelaksanaan haji di Arab Saudi tidak selalu berjalan sesuai bayangan. Banyak faktor di lapangan yang bisa berubah sewaktu-waktu, termasuk aturan setempat dan kondisi teknis penyelenggaraan.
Karena itu, kata dia, kesabaran menjadi kunci utama. Jemaah harus siap beradaptasi dan menerima setiap proses sebagai bagian dari ibadah.
“Jemaah haji adalah tamu Allah. Setiap orang punya skenario perjalanan masing-masing. Karena itu, syukur dan sabar harus terus dijaga,” katanya.
Rudy menambahkan, siapa pun yang mampu melewati berbagai ujian selama berhaji dengan hati yang ikhlas, ridha, dan sabar, insya Allah akan meraih haji mabrur.
Dua Bekal
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Depok Supian Suri juga mengingatkan para calon jemaah agar memegang dua bekal utama selama berhaji, yakni syukur dan sabar.
“Yang pertama adalah syukur. Yang kedua adalah sabar. Dalam setiap kondisi selama berhaji, jemaah harus sabar agar dapat menjalankan ibadah dengan baik dan pulang menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok, Fauzan, menyampaikan bahwa jumlah jemaah haji Kota Depok tahun ini mencapai 2.400 orang, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Ia menyebut tambahan kuota ini sebagai kabar gembira bagi warga Depok yang telah lama menunggu kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.
Selain materi tata cara ibadah, para jemaah juga dibekali pengetahuan kesehatan agar lebih siap menjalani seluruh rangkaian haji. Manasik dilaksanakan sebanyak enam kali, terdiri atas satu kali tingkat kota dan lima kali tingkat kecamatan.
Adapun jemaah haji Kota Depok dijadwalkan mulai berangkat pada 22 April 2026 melalui Kloter 1 dari Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat.
(Syahruddin/sajada.id)






Komentar